Mengokohkan
profesionalisme mahasiswa sebagai agent of change
Abstrak
.
Indonesia adalah negara kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
Letak geografisnya sangat strategis, yaitu
diantara 2 benua dan 2 samudera. Indonesia berpenduduk lebih dari 220
juta jiwa, sebuah jumlah yang tidak sedikit dibandingkan dengan negara-negara
lain. Indonesia merupakan negara besar, negara yang memiliki segudang kekayaan
sumber daya alam tersendiri yang tidak dimiliki negara lain di dunia ini.
Keunikan dan keanekaragaman budaya yang membentang luas dari Sabang sampai
Merauke adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.
Pemuda dan mahasiswa sama-sama
diidentikkan dengan “agent of change”.
Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas
para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari
mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan
pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah
melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam
sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Makalah
berbentuk essay ini menggunakan pendekatan study kasus yang mana mengambil
kesimpulan dari berbagai masalah yang terjadi dalam suatu masyarakat yang
kemudian akan menghasilkan sebuah relevansi yang nyata dalam melakukan
perubahan bagi Indonesia selaku pemuda dan mahasiswa sebagai pelaku perubahan
itu..
Kata kunci: pemuda,
mahasiswa, dan perubahan
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Kaum
muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, setiap pemuda Indonesia,
baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah
menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan
untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa depan. “The
founding leaders” Indonesia telah meletakkan dasar-dasar dan tujuan kebangsaan
sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.
”Beri aku sepuluh
pemuda, maka akan kugoncangkan dunia,” inilah sebuah
ungkapan yang pernah dilantunkan sang orator ulung yang pernah di kenal dunia,
sekaligus presiden perdana yang pernah memimpin Indonesia, ketika ia menyanjung
betapa pentingnya keberadaan sebuah komunitas pemuda dalam suatu bangsa dan
negara, dalam sejaran Indonesia dari prolog sampai epilog kemerdekaan, pemuda
memiliki peranan luar biasa sebagai “avant garde” (ujung tombak) perubahan.
Tonggak kebangkitan lahirnya kesadaran “berbangsa”, peran tersebut dapat
dilihat sejak para pemuda membuat “komunike politik kebangsaan” 28 Oktober
1928. “Satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa”.
Berbagai
hal menyangkut perubahan dan pembangunan, selalu dikaitkan dengan adanya campur
tangan peranan pemuda. Sejarah membuktikan itu, di berbagai belahan dunia
perubahan sosial politik menempatkan pemuda di garda depan. Peranannya
menyeluruh, tak hanya menjadi seperti mata air, tapi juga hulu, hilir sampai
muara. Bahkan pemuda sebagai air atau sumber energi perubahan. Tak
tanggung-tanggung pemimipin besar seperti Bung Karno (Presiden RI Pertama)
mengungkapkan kata-kata pengobar semangat “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan
kugoncangkan dunia,” yang disampaikan dalam pidato kenegaran di masa jayanya.
Dalam pikirannya pemuda digambarkan sosok unggul, pilihan, bergairah,
bergelegak dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang
terpenting sikapnya. Pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api
berkobar-kobar, dan bara spirit yang menyala-nyala.
B. Tujuan
Adapun
tujuan yang ingin penulis capai dan sampaikan kepada pembaca dalam penyusunan essay
ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Membangkitkan
kembali rasa cinta tanah air dikalangan para pemuda dan mahasiswa sebagai
bentuk tanggung jawab moral untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
2. Mengajak
para pemuda dan mahasiswa untuk berfikir kritis dalam menanggapi setiap
perubahan yang terjadi disekeliling kita terutama hal-hal yang berkaitan dengan
keutuhan NKRI dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia
C. Focus bahasan
1. Pemuda,
Mahasiswa dan Perubahan
2. Peranan
Dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi
to students who
missed the glory of the people of the confusion at the crossroads
the successor civilization has scrawled a note of pride in human history sheet
O you who miss the truth
O you who took to the streets in order to maintain body and soul to his beloved country
the successor civilization has scrawled a note of pride in human history sheet
O you who miss the truth
O you who took to the streets in order to maintain body and soul to his beloved country
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pemuda,
Mahasiswa dan Perubahan
Peran
sentral perjuangan pemuda dan mahasiswa sebagai kaum intelektualitas muda
memberi secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi
perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan
memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging
dari tubuh dan jiwa para mahasiswa.
Mahasiswa
dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai gerakan-gerakan
perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan sebuah bangsa
dan negara. Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya
mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa
besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.
Berawal
dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi Oetomo.
Gerakan yang telah menetapkan tujuannya yaitu “kemajuan yang selaras buat
negeri dan bangsa” ini telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan yang
luar biasa positif terhadap perkembangan gerakan kemahasiswaan untuk kemajuan
bangsa Indonesia.Gerakan kemahasiswaan lainnya pun terbentuk, Mohammad Hatta
mempelopori terbentuknya organisasi kemahasiwaan yang beranggotakan
mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di Belanda yaitu Indische Vereeninging
(yang selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia). Kelahiran organisasi
tersebut membuka lembaran sejarah baru kaum terpelajar dan mahasiswa di garda
depan sebuah bangsa dengan misi utamanya “menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan
hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan”.
Gerakan
mahasiswa tidak berhenti sampai disitu, gerakannya berkembang semakin subur,
angkatan 1928 yang dimotori oleh beberapa tokoh mahasiswa diantaranya Soetomo
(Indonesische Studie-club),Soekarno (Algemeene Studie-club), hingga
terbentuknya juga Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan
prototipe organisasi telah menghimpun seluruh gerakan mahasiswa ditahun 1928,
gerakan mahasiswa angkatan 1928 memunculkan sebuah idieologi dan semangat
persatuan dan kesatuan diseluruh pelosok Indonesia untuk meneriakkan dengan
lantang dan menyimpannya didalam jiwa seluruh komponen bangsa, kami putra putri
Indonesia mengaku bertumpah darah satu yaitu tumpah darah Indonesia, berbangsa
satu yaitu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa satu yaitu bahasa Indonesia
dan hingga kini kita kenal sebagai sumpah pemuda.
Dengan
demikian, gerakan mahasiswa merupakan sebuah proses perluasan peran mahasiswa
dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya gerakan mahasiswa dengan perannya yang
signifikan dalam perubahan secara langsung akan membongkar mitos lama di
masyarakat, bahwa mahasiswa selama ini dianggap sebagai bagian dari civitas
akademika yang berada di menara gading, jauh dari persoalan yang dihadapi
masyarakatnya. Disinilah letak pentingnya sebuah gerakan dibangun, yakni untuk secara
aktif dan partisipatif berperan serta dalam proses perubahan masyarakat ke arah
yang lebih baik. Selain itu, sebuah gerakan yang dibangun juga akan
meningkatkan daya kritis mahasiswa secara keseluruhan dalam melihat berbagai
persoalan yang tengah dihapai masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional
maupun internasional.
Harus
diakui, mahasiswa hanyalah salah satu aktor yang terlibat dalam setiap momentum
perubahan yang terjadi. Walaupun demikian, gerakan mahasiswa dalam setiap kurun
sejarah selalu mampu menempatkan dirinya menjadi aktor utama yang berada di
garda depan perubahan. Hal ini yang membedakan mahasiswa dengan aktor perubahan
lainnya, seperti kalangan cendekiawan, polisi, militer, dan elemen masyarakat
lainnya. Keadaan ini sangat dimungkinkan karena posisi mahasiswa yang dianggap
netral dan belum bersentuhan langsung dengan berbagai kepentingan politik
praktis. Selain itu, sebagai kaum muda yang masih belum mempunyai
ketergantungan dan tanggung jawab ekonomi kepada keluarga serta posisi mereka
sebagai calon intelektual, maka peran sebagai penggagas ide awal, baik di
tingkat praksis maupun wacana, menjadi sangat signifikan.
2.
Peranan
Dan Fungsi Mahasiswa Dalam Era Reformasi
Pemikiran
kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para
mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat
realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa
untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam
hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga peran dan fungsi strategis, yaitu :
·
Sebagai penyampai kebenaran (agent of
social control)
·
Sebagai agen perubahan (agent of change)
·
Sebagai generasi penerus masa depan
(iron stock)
mimpi
akan masa depan bangsa ini terletak ditangan pemuda, karena pemuda adalah
sumber semangat, harapan, dan agen-agen perubahan bangsa. Mewujudkan mimpi
Indonesia sejatinya perlu dipersiapkan sejak sekarang, untuk itu diperlukan
generasi muda yang memiliki kualitas yang baik. Sebab Indonesia di masa depan
sangat membutuhkan anak muda yang berkualitas dan memiliki mentalitas anti
korupsi.
Negara ini membutuhkan pemuda yang memiliki keahlian dan dan intelektual
yang cukup mumpuni. Para pemuda perlu memiliki skill tertentu untuk bersaing di
dunia kerja. Indonesia di masa depan jelas memerlukan generasi muda yang
profesional dan menguasai ilmu pengetahuan secara mendalam untuk memenangkan
kompetisi sekaligus mewujudkan mimpi Indonesia. Bangsa ini sedang menanti
bangkitnya anak-anak muda untuk mulai mewujudkan mimpi indonesia di masa depan.
Oleh karena itu pastikanlah setiap langkah yang kita lakukan itu tidak hanya
memberi dampak pada diri sendiri, melainkan berdampak pada indonesia juga.
Dengan
begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas
kerakyatan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Peran
mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan meja dan
dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai berbagai
perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran tersebut
adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai
kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti yang menggantikan kaum
yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai generasi pembaharu
yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada
pada suatu kaum.
Peran
ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa
Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar
diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi
seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa terus
bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.
B. Saran
Pada
bagian ini penyusun ingin mengajak yang dalam hal ini ditujukan kepada para
generasi muda pelajar dan mahasiswa, para Dosen dan Guru, seluruh elemen
pemerintah baik yang ada di daerah maupun yang ada di pusat serta seluruh
lapisan masyarakt Indonesia secara luas agar tetap bersatu demi mempertahankan
keutuhan NKRI. Terkadang masalah sepele akan menjadi kompleks jika tidak ada
solidaritas di antara sesama kita. Penyusun berharap tak akan ada lagi
perselisihan di negeri kita tercinta sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan
tercapai.
Pepatah
dalam bahasa Inggris mengatakan Student Today, Leader Tomorrow. Penyusun
meyakini bahwa kunci tercapainya cita-cita itu ada di tangan para generasi
muda. Oleh karena itu, tetaplah semangat dalam meraih apa yang telah menjadi
tujuan hidup kita.
DAFTAR
PUSTAKA
one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/definisi-pemuda
kipong.webnode.com/news/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan-berbangsa-dan-bernegara/
stmik-amik-dumai.ac.id/index.php/artikel/41-artikel/111-peranan-dan-fungsi-mahasiswa-dalam- era-reformasi
http://ojan-jan.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar