Rabu, 18 November 2015

setiap hal yang bisa membuat hati tenang, segalanya akan terasa mudah...

Sabtu, 31 Oktober 2015

AKTUALISASI PENGARUH DAN BAHAYA PERGAULAN BEBAS BAGI GENERASI MUDA”
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Bapak. Yohandi, S.Sos.I, M.Pd.I

Oleh:
Aisyatin Kamila
Fakultas Dakwah

INSTITUT AGAMA ISLAM IBRAHIMY SUKOREJO
2015


                                       


KATA PENGANTAR

ASSAMUA’LAIKUM
  BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
    Puji syukur kehadirat Allah swt karena berkat taufiq serta inayah-Nya lah makalah ini dapat dirampungkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tak lupa pula kepada baginda nabi kita, sang revolusioner akbar, ialah Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari zaman yang gelap ilmu pengetahuan menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
    Makalah ini berjudul “ Aktualisasi pengaruh dan bahaya pergaulan bebas bagi generasi muda”. Yang mana, adanya karya tulis ilmiah ini  sekaligus sebagai penambah khazanah keilmuan bagi penulis. pembimbing.
    Semoga makalah ini memberikan banyak manfaat bagi kit
    Terakhir, karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna, karena penulis masih belajar sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, penulis mengharap krtikan dan saran yang membangun baik bagi pembaca, khususnya bagi dosen a semua. Amin.
    JAZAAKUMULLAH AHSANAL JAZAA.
WASSALAM
   

                                 Sukorejo, 15 Mei 2015

                                 Penulis
                                           


DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………………i
KATA  PENGANTAR……………………………………………………………ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………iii
BAB I PENDAHULUAN:
A.    Latar belakang …………………………………………………………….1
B.    Rumusan masalah………………………………………………………….2
C.    Tujuan …………………………………………………………………….2
BAB II PEMBAHASAN:
A.    Pengertian   Remaja ………………………………………………………..3
B.    Pengertian Pergaulan Bebas………………………………………………..4
C.    Faktor Penyebab Adanya Pergaulan Bebas ……………………………….5
D.    Dampak Yang Ditimbulkan Dari Adanya Pergaulan Bebas……………….7
E.    Solusi Mengatasi Pergaulan Bebas………………………………………...9
F.    Peran keluarga dan pemerintah dalam menangani pergaulan bebas………10
BAB III PENUTUP:
A.    Kesimpulan…………………………………………………………………11
B.    Saran………………………………………………………………………..11
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..12

                                       




BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Pada masa modern saat ini, tingkat pernikahan dini semakin meningkat. Kebanyakan disebabkan karena hamil di luar nikah yang mana kemudian dipaksakan oleh orang tua mereka masing-masing. Mengapa banyak remaja perempuan yang hamil diluar nikah? Pada umumnya, penyebabnya adalah pergaulan bebas. Pihak perempuan adalah mahluk yang paling di rugikan dan dikorbankan dalam pergaulan bebas.
          Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa ke arah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Dan juga, remaja adalah aset bangsa yang harus dijaga moral serta pendidikannya. Pergaulan bebas bermula dari adanya gejolak remaja yang mulai mencoba mencari jati diri dan berakibat pada kenakalan remaja.
Yang mana, kenakalan remaja yang bahasa gaulnya sekarang adalah juvenile delenguency.1
Banyak kita baca di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Pada makalah ini kami akan mencoba membahas cara mengatasi pergaulan bebas terhadap remaja.
Mengenai hal ini, Sikap pemerintah dalam menangani seks bebas sangat berperan penting dan membutuhkan perhatian masyarakat. Tanpa campur tangan keduannya sungguh tidak akan tercapai apa yang kita inginkan. Sebab remaja masih dalam pembaharuan kebebasan yang disalah artikan.
          Banyak remaja yang terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan dan kebanyakan terpengaruh dari lingkungan luar yang merusak generasi muda,karena rasa ingin gaul. walaupun mereka sudah salah jalan. Para remaja harus banyak-banyak mendapat bimbingan para guru dan orang tua,karena zaman sudah semakin maju remaja sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang baru apalagi dengan perubahan-perubahan remaja.Zaman sekarang para remaja sudah banyak terjerumus dalam seks bebas.
 Melihat kuranggnya kesadaran dari semua pihak seperti remaja dan orang tua. Adapun yang pernah direncanakan untuk mengarahkan remaja ke hal-hal yang positif baru sedikit yang terlaksanakan dengan baik. Memang kebanyakan orang tua mengarahkan anak-anaknya ke hal yang positif tetapi karena pengaruh dan perkembangan zaman maka anak-anak mudah terjerumus ke hal yang negatif. Apabila mereka berada didalam lingkungan yang baik tidak menutupi kemungkinan maka dengan kesadarannya ia akan menjadi baik.
Penulis mengambil judul “ AKTUALISASI PENGARUH DAN BAHAYA PERGAULAN BEBAS BAGI GENERASI MUDA” agar seluruh generasi muda menyadari bahwa seks bebas adalah perilaku yang menyimpang dan sangat berbahaya. 
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa Pengertian Dari Remaja?
  2. Apa Pengertian Dari Pergaulan Bebas?
  3. Apa Saja Faktor Yang Menjadi Penyebab Adanya Pergaulan Bebas?
  4. Apa Saja Dampak Yang Ditimbulkan Dari Adanya Pergaulan Bebas?
  5. Bagaimana Solusi Yang Dapat Dilakukan Dari Adanya Pergaulan Bebas?
  6.  Bagaiman Peran Keluarga Dan Pemerintah Dalam Menangani Pergaulan Bebas?

  1. Tujuan
  1. Untuk Mengetahui Apa Yang Dimaksud Dengan Pengertian Remaja
  2. Untuk Mengetahui Apa Yang Dimaksud Dengan Pergaulan Bebas
  3. Untuk Mengetahui Apa Saja Faktor Yang Menjadi Penyebab Dari Adanya Faktor Bebas
  4. Untuk Mengetahui Apa Saja Dampak Yang Ditimbulkan Dari Adanya Pergaulan Bebas
  5. Untuk Mengetahui Bagaimana Solusi Yang Dapat Dilakukan Dari Adanya Pergaulan Bebas
  6. Untuk Mengetahui Peran Keluarga Dan Pemerintah Dalam Menangani Pergaulan Bebas

























BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Masa remaja juga biasanya dikaitkan dengan masa “puber” atau pubertas. Istilah “puber” dari bahasa Latin. Pubertas berarti kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaan yg dilandasi oleh sifat-sifat kelaki-lakian dan ditandai oleh kematangan fisik. Istilah “puber” sendiri berasal dari akar kata ”pubes”, yang berarti rambut-rambut kemaluan, yg menandakan kematangan fisik. Dengan demikian, masa pubertas meliputi masa peralihan dari masa anak sampai tercapainya kematangan fisik, yakni dari umur 12 tahun sampai 15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan jasmaniah berkaitan dengan proses kematangn jenis kelamin.
Remaja juga didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum kawin. Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.
Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa ke arah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri,keluarga,dan lingkungan sekitar. Banyak kita baca di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri,keluarga dan masyarakat sekitar. Remaja harus mendapatkan perhatian khusus,baik oleh dirinya sendiri,orang tua,dan masyarakat sekitar.
  1. Pengertian Pergaulan Bebas
Sebelum melangkah dan membahas tentang pengertian pergaulan bebas, terlebih dahulu kita membahas tentang pengertian pergaulan itu sendiri.

  • Pengertian Pergaulan
Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan  individu,dapat juga oleh individu dengan kelompok.Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain.Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak.

  • Pengertian Pergaulan Bebas
Berbicara masalah pergaulan bebas, tidak dapat dipisahkan oeh adanya juvenile delenguency. Yang mana pengertian dari istilah itu adalah, juvenile berasal dari bahasa latin juvenilis, yang berarti anak muda, ciri karakter menyimpang pada masa muda dan sifat khas pada periode muda. Dan arti delenguency adalah terabaikan, mengabaikan, menjadi jahat, kriminal.
Jadi,juvenile delinguency adalah kenakalan anak muda yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian social sehingga mereka itu mengembangakan bentuk tingkah laku menyimpang. 2
Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja. Pergaulan bebas adalah wabah dalam pergaulan remaja. Wabah ini memberikan berbagai dampak negatif bagi masa depan bangsa Indonesia. Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada.
  • Pergaulan Bebas Menurut Agama
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An-Nur ayat 30-31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa. Masa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas.







  1. Faktor Penyebab Adanya Pergaulan Bebas
Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu sebab terjadinya pergaulan bebas,diantaranya:
1.      Faktor Keluarga
Biasanya para remaja “nakal” dikarenakan kurangnya pengawasan dari orang tua atau kurangnya perhatian orang tua, sehingga membuat anak terlalu bebas dalam pergaulan.       
2. Faktor Kesenjangan
Faktor kesenjangan pada sebagian masyarakat kita masih terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman dalam urusan orang muda. Anak-anak muda cenderung meninggalkan orang tua, termasuk dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara orang tua tidak menyadari kesenjangan ini sehingga tidak ada usaha mengatasinya.
3. Faktor Agama Dan Iman.
Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh karena itu, pendidikan dasar agama pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si anak.
  1. Faktor Kesadaran Atau Kedewasaan
Faktor ini bukan hanya umurnya yang kurang, tetapi orang muda pada umumnya memang memiliki kecenderungan belum memiliki modal yang cukup dalam mempertimbangkan, memutuskan dan melakukan segala sesuatu, misalnya pengalaman belum cukup, kedewasaan belum penuh, kurang menyadari akan bahaya, sehingga sering terjebak dalam langkah yang berbahaya. Ditambah lagi kecenderungan orang muda ingin mencoba-coba sesuatu yang baru yang belum pernah dirasakan atau dialaminya.
  1. Faktor Budaya
Orang muda cenderung menganggap bahwa pergaulan bebas adalah budaya orang muda jaman sekarang. Mereka merasa pergaulan bebas adalah hak mereka. Mereka mengatakan sekaranglah waktunya bergaul sebebas-bebasnya. Hal ini menimbulkan budaya iseng. Daripada dikatakan tidak gaul, mereka akhirnya bergaul sebebas-bebasnya.
  1. Faktor Media
Media menjadi faktor yang sangat memicu penyebab terjadinya pergaulan bebas. Karena semajin canggihnya dunia teknologi yang memicu remaja untuk terus update dan tidak kudet (kurang update). Baik itu dari media cetak ataupun media elektronik.
Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai Islami. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan kawula muda mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks.
Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex).

  1. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Adanya Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas memang seharusnya sudah diketahui oleh remaja itu sendiri sebelum mengetahui dampak pergaulan bebas.banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari adanya pergaulan bebas yang saat ini sudah semakin menjadi ternd dikalangan anak muda. Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas.
Sedangkan dampak yang ditimbulkan dari adanya pergaulan bebas adalah sebagai berikut:
  1. Seks bebas atau yang lebih dikenal dengan sebutan free sex
Sedangkan arti dari seks bebas atau free sex sendiri adalah Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan di luar  ikatan pernikahan,baik suka sama suka atau didalam prostitusi.Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya.Biasanya dilakukan dengan alas an mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatur kejenuhan.
Adanya seks bebas ini akibat adalah dampak dari adanya pergaulan bebas yang telah terjadi dan mengakibatkan kondisi seseorang melakukan tindakan seks bebas yang jauh dari nilai dan norma yang ada.
Dampak dari adanya seks bebas ini juga menimbulkan berbagai hal yang mengarah kepada hal yang negative, diantaranya:
  • Dampak Fisik
    1. Untuk perempuan dibawah usia 17 tahun yang pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks.
    2. Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV-AIDS yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian.
    3. Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.
  • Dampak Psikologis
Adapun dampak psikologis yang seringkali terlupakan ketika melakukan free seks atau mengalami dampak fisik akibat free seks diatas adalah akan selalu muncul rasa bersalah,marah,sedih,menyesal,malu,kesepian,tidak punya bantuan,binggung,stress,benci pada diri sendiri,benci pada orang yang terlibat,takut tidak jelas,insomnia (sulit tidur),kehilangan percaya diri, gangguan makan,kehilangan konsentrasi,depresi,berduka,tidak bisa memaafkan diri sendiri,takut akan hukuman Tuhan,mimpi buruk, merasa hampa.
  1. Penggunaan narkoba
  2. Lemahnya Keimanan.
  3. Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu akan beban dosa yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka.
  4. Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai agama.
  5.   Lemahnya pengawasan orang tua.
  6. Salah dalam memilih teman
  7. Seks bebas menghilangkan rasa malu, padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita.
  8. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
  9. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
  10. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
  11. Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.
  12.   Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga.
  13.   Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya.
  14. Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya.

  1. Solusi Mengatasi Pergaulan Bebas
Adapun solusi untuk mengatasi pergaulan bebas yang dapat kita lakukan diantaranya sebagai berikut:
1. Memperbaiki Cara Pandang
2. Menjaga Keseimbangan Pola Hidup
3. Jujur Pada Diri Sendiri
4. Memperbaiki Cara Berkomunikasi
5. Perlunya Remaja Berpikir Untuk Masa Depan
6. Menanamkan Nilai Ketimuran
7. Mengurangi Menonton Televisi
8. Banyak Beraktivitas Secara Positif
9. Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas
10. Menegakkan Aturan Hukum.
11. Munakahat ( menikah )

  1. Peran Keluarga Dan Pemerintah Dalam Menangani Pergaulan Bebas
  1. Peran Keluarga
Keluarga adalah pilihan yang tepat untuk membicarakan masalah yang dihadapi anak.Sehubungan dengan pertumbuhan dan perkembangannya.Orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup remaja dengan cara mengarahkan dan membimbing sikap dan perilaku, mengenal kepribadian dan watak anak,mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam membina hubungan yang akrab antara orang tua dan anak. Peran orang tua dalam hal ini adalah :
  • Sebagai panutan
  • Sebagai perawat dan pelindung
  • Sebagai pembentuk keperibadian yang baik

  1. Peran Pemerintah
Dalam hal ini,pemerintah harus menjadi orang yang terdepan dalam menanggulangi oknum-oknum yang sudah membuat para remaja melakukan seks bebas.Peran pemerintah diantaranya:
  • Memblokir situs-situs pornografi
  • Mengembangkan program pendidikan seks bebas dengan bahan resmi utnuk disediakan disekolah.






BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada intinya, pergaulan bebas itu merugikan dan patut dihindari. Masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan tanpa pergaulan bebas. Pergaulan bebas justru melunturkan ketimuran kita.
Penulis kira remaja harus pintar dalam memilih teman agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang telah merusak aqidah dan moral sebagian remaja di negeri ini.

B. Saran
Saran penulis pikirkanlah masa depan pembaca sebelum pembaca memutuskan untuk terjerumus dalam pergaulan bebas. Lebih baik melakukan hal-hal positif yang mencerahkan masa depan pembaca.
Selain itu, perlu kiranya remaja melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang positif baik di sekolah maupun di lingkungannya seperti pramuka ,karang taruna,dan kegiatan lainnya, yang tentunya harus mendapatkan dorongan dan restu dari orang tua.
Hendaknya para orangtua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus.
Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan razia kepada para murid-muridnya agar para remaja tidak ada yang menyimpan video porno.






DAFTAR PUSTAKA
  • Dr.Kartono Kartini. 2013. Patologi sosial 2,kenakalan remaja. Jakarta: PT. Raja Grafinda Persada

1 Dr. kartini kartono, patologi social 2, kenakalan remaja, PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2013. Hal. 6
2 Ibid,



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar  Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuan secara maksimum dalam mengarahkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi dirinya maupun masyarakat yang ada, Bimbigan dan konseling ini pertama kali keluar yaitu di New York, namun hanya untuk bidang karier saja, sedangkan bidang-bidang yang lain itu merupakan kembangan dari bidang karier yang munculnya dibelakangan.
Selain dari pada itu, seorang konselor yang ingin melakukan bimbingan dan konseling kepada kliennya , seorang ia harus bisa menjaga asas-asas dan  kode etik konselor, yang mana seorang konselor mempunyai hak untuk  menjaga rahasia apapun yang ada pada diri klien agar tercipta dengan baik bimbingan dan konseling tersebut.
Pada hakikatnya, setiap manusia itu pasti memiliki problematika atau permasalahan- permasalahan dalam hidupnya, yang mana, terkadang manusia itu cenderung tidak bias menyelesaikan permasalahan atau konflik yang sedang dialaminya.ini menyebabkan mereka (yang punya masalah hidup), mengalami stress berkepanjangan yang berakibat fatal dalam kelangsungan hidupnya. Jika tidak segera diatasi, khawatir keadaan ini memicu terjadinya gannguan kejiwaan.
Dalam hal ini, peran seorang konselor sangat berpengaruh dan dianggap sangat penting bagi mereka yang mengalami stres atau semacamnya. Untuk itu, dipandang perlu kiranya seorang konselor itu mengetahui cikal bakal tentang bimbingan dan konseling yang sangat bermanfaat bagi kariernya, begitupun juga bagi mereka yang ingin mendalami bimbingan dan konseling serta yang menyangkut didalamnya.
Oleh karenanya, makalah akan memaparkan tentang latar belakang bimbingan dan konseling, pengertiannya, serta sejarah dari bimbingan dan konseling itu sendiri.
Dan dalam sub bab ini, kita akan mengetahui tentang latar belakang dari berkembangnya bimbingan dan konseling itu sendiri.pengertian dari bimbingan dan konseling, sera sejarah dari berkembangnya bimbingan dan konseling itu .
Sedangkan secara umumnya, bimbingan itu sendiri berarti pencengahan sementara konseling adalah penyembuhannya.
Dari perbedaan secara globalnya diatas, tentunya kita dapat menemukan letak perbedaannya sekarang. Akan tetapi, hal semacam ini tentunya kurang pengulasan.
Oleh karena itu, dibawah ini akan diulas tentang hal tersebut diatas.
 B.Rumusan  Masalah
Berdasarkan pemaparan diatas, diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apakah definisi atau pengertian Bimbingan dan Konseling itu?
2.    Apakah latar belakang  dan perlunya Bimbingan Konseling itu?
3.    Bagaimana sejarah perkembangan bimbingan konseling itu?
C.Tujuan
Tujuan dari rumusan maslah ini adalah:
1.     Untuk mengetahui definisi atau pengertian bimbingan konseling itu sendiri
2.    Untuk mengetahui latar belakang bekembangnya bimbingan konseling dan perlunya belajar bimbingan konseling itu
3.    Untuk mengetahui sejarah perkembangan dari bimbingan konseling itu sendiri

BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian bimbingan dan konseling
a)    Pengertian Bimbingan
Secara etimologi  kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata “Guidance” yang berarti menunjukkan atau membantu, akan tetapi bantuan disini bukan lah bantuan yang bersifat umum, bantuan yang dimaksud adalah membantu seseorang agar bisa menemukan kebahagiaan didalam hidupnya dengan cara membantu seorang klien tersebut mengentaskan dan menyelesaikan masalahnya. Tapi perlu diingat seorang konselor disini tidak menyelesaikan masalah yang dialami klien tetapi membantu disini dengan cara memberikan masukan dan pengertiang bagai mana seorang klien tersebut menghadapi masalahnya.
Menurut para ahli mendefenisikan bimbingan itu sebagi berikut misalnya:
1)      Sunaryo Kartadinata yang berpendapat bahwa bimbingan itu yaitu:
“proses membantu individu untuk mencapai kan perkembangan optimal[1]”.
2)      Stoops dan Walquist
“proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuan secara maksimum dalam mengarahkan mampaat yang sebesar-besarnya bagi dirinya maupun masyarakat”[2].
Dalam defenisi diatas dapat kita simpulkan bahwa bimbingan itu merupakan suatu prosese yang terus menerus dilakukan seorang konselor kepada kliennya agar klien tersebut bisa menghadapi masalah-masalah yang dihadapinya,  dengan demikian seorang konselor itu membantu agar klien itu mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan sang klien tersebut.
b)Pengertian konseling
Kata konseling itu berasal dari baahasa inggris yaitu : “Counseling”, yang memberi nasehat atau saran, istilah konseling sering diserangkaikan dengan kata bimbigan, hal ini karena konseling merupakan salah satu bagian dari prosese bimbingan.
Menurut para ahli konseling itu yaitu:
1)      Rogers
“serangkaian hubungan langsung dengan individu yang bertujuan untuk membantu dalam merubah sikap dan tingkah lakunya[3].
2)      Robinson
“ semua bentuk hubungan antara dua orang dimana seorang klien dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadaap dirinya sendirian dan lingkungannya.
Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwasanya konseling itu merupakan bantuan yang diberikan seorang konselor kepada seorang klien agar klien tersebut bisa mennyesuaikan diri baik dirinya sendiri maupun ketika ia berada didekat lingkungannya.
A.    Latar belakang perlunya bimbingan dan konseling
Faktor-faktor yang melatar belakangi muncul dan diperlukannya bimbingan dan konseling:
1.     Faktor historis
     Sejarah tentang developing one’s potential (pengembangan potensi individu) dapat ditelusuri masyarakat Yunani kuno. Mereka menekankan tentang upaya untuk mengembangkan dan memperkuat individu melaui pendidikan, sehingga mereka dapat mengisi peranannya dimasyarakat. Mereka meyakini bahwa dalam diri individu terdapat kekuatan-kekuatan yang dapat distimulasi dan dibimbing kearah tujuan-tujuan yang berguna, bermanfaat atau menguntungkan baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Konselor yang terkenal di Yunani kuno adalah Plato, karena dia telah menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pemahaman psikologis individu, seperti menyangkut aspek isu-isu moral, pendidikan, hubungan dalam masyarakat, dan teologis.
             Konselor yang lain diantaranya adalah Aristoteles (murid Plato), Hippocrates dan para dokter lainnya yang menaruh perhatian pada bidang psikologi.
            2.     Faktor filosofis
Kata filosofis atau filsafat dalam bahasa Arab yang berasal dari kata yunani yang berarti filosofia (philosophia). Filsafat artinya cinta terhadap kebijaksanaan atu hikmah atau ingin mengerti segala sesuatu dengan mendalam. John J. Pietrofesa et.al mengemukakan pendapat James Cribin tentang prinsip-prinsip filosofis dalam bimbingan:
a.  Bimbingan hendaknya didasarkan kepada pengakuan akan kemuliaan dan harga diri individu dan atas hak-haknya untuk mendapat bantuan.
b.  Bimbingan merupakan proses pendidikan yang berkesinambungan artinya bimbingan merupakan bagian intergal dalam pendidikan.
c.  Bimbingan harus respek terhadap hak-hak setiap klien yang meminta bantuan atau pelayanan.
d. Bimbingan bukan prerogatif kelompok khusus profesi kesehatan mental. Bimbingan dilaksanakan melaui kerjasama, dan masing-masing bekerja berdasarkan keahlian atau kompetensinya sendiri.
e.  Fokus bimbingan adalah membantu individu merealisasikan potensi dirinya.
f.   Bimbingan merupakan elemen pendidikan yang bersifat individualisme, personalisasi dan sosialisai.
             Pemikiran dan pemahaman filosofis menjadi alat yang bermanfaat bagi pelayanaan bimbingan dan konseling pada umumnya, dan bagi konselor khususnya yaitu membantu konselor dalam memahami situasi konseling dan dalam memberi keputusan yang tepat.
3.     Faktor sosial budaya
                   Individu merupakan biopsikososiospiritual, yang artinya bahwa individu makhluk biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Setiap anak sejak lahir tidak hanya mampu memenuhi tuntutan biologisnya, tepapi juga tuntutan budaya di mana individu itu tinggal, tuntutan budaya itu dilakukan agar segala dampak moderenisasi dapat di filter oleh individu tersebut secara otomatis, serta individu diharapkan dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan budaya yang sudah ada, agar dapat di terima dengan baik oleh lingkungan tersebut. Untuk mengembangkan semua kemampuan penyesuaian tersebut, sangat diperlukan sebuah bimbingan
          4.      Faktor agama
                 Setiap individu merupakan makhluk Tuhan yang pada dasarnya sama memiliki fitrah sebagai khalifah dan hamba-Nya. Dalam kategori ini pun, sangat diperlukan sekali bimbingan terhadap setiap tantangan dimensi spiritualitas individu, seperti: dekadensi moral, budaya hedonistik, dan penyakit hati. Bimbingan dalam hal ini diperuntukan agar setiap individu mampu memandang setiap tantangan kearah positif bukan malah terjerumus kearah negative, sehingga kehidupan dapat dijalani sesuai dengan kaidah-kaidah agama
           5. Faktor pendidikan
                  Bimbingan dan konseling diperlukan untuk mengembangkan pendidikan yang bersifat meninggi, meluas dan mendalam. Meninggi artinya membantu membimbing individu memilih jenjang pendidikan yang lebih tepat, karena semakin bertambahnya kesempatan dan kemungkinan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Serta sangat diperlukan untuk membuat individu lebih mandiri  dan berkembang secara optimal dalam berbagai bimbingan, seperti: bimbingan pribadi, sosial, belajar dan bimbingan karir melalui berbagai jenis kegiatan bimbingan, sehingga pendidikan dapat berjalan dengan lancer dengan adanya bimbingan dan konseling.
.              6. Faktor psikologis
            Peserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkungannya. Di samping itu, peserta didik senantiasa mengalami berbagai perubahan sikap dan tingkah lakunya. Proses perkembangan tidak selalu berlangsung secara linier (sesuai dengan arah yang diharapkan atau norma yang dijunjung tinggi), tetapi bersifat fluktuatif dan bahkan terjadi stagnasi atau diskontinuitas perkembangan.
7.Faktor IPTEK
             Di era ini ilmu pengetahuan, informasi dan teknoligi berkembang sangat pesat, oleh karena itu diperlukannya Bimbingan dan Konseling, agar individu dapat mengetahui dampak positif dan negatifnya dari perkembangan tersebut. Lewat Bimbingan dan Konseling, individu diarahkan kepada dampak positif dari IPTEK  yang lebih ditujukan pada penerapan teknologi yang harus dimilliki dan dikuasai karena semakin kompleksnya jenis-jenis dan syarat pekerjaan serta persaingan antar individu.

 C.      Sejarah perkembangan BK
    a).   Sejarah awal bimbingan dan konseling sampai abad 20
Bimbingan dan konseling ini sudah dimulai sejak zaman yunani kuno, karenaa mereka menekankan tentang upaya megembangkan individu melalui pendidikan sehingga bisa dapat berperan dalam masyarakat pada msaa itu.
Dintaara tokoh konselor pada masa itu yaitu kita sebut Plato dimana ia telah memusatkan perhatianntya pada masalaah yang menyanggkut bagaimana membangun pribadi manusia yang baaik daan teknik apa yang bisa mempengaruhi manusia didalam mengembangkaan keyakinannya.
a)    Sejarah perkembangan bimbingan dan konseling pada zaman modern
Perkembangan pada zaman ini dikarenakan banyaknya muncul dari teori-teori mengenai bimbingan dan konseling yang mana teori-teori ini mengaplikasikan pada lembaga-lembaga pendidikan, selain dari pad itu perkembangan bimbingan dan konseling dizaman modern ini juga terlihat dari kemunculanny organisasi-organisasi dibidang konseling, diantaranya adalah: America Achool Counselor Assocition (ASCA), American Counseling Assocation (ACA), dan Association of Counselor Education and Supervision (ACES). Organisasi-organisasi ini berusaha meningkatkan profesionalitas para konselor dengan meluncurkan program akreditasi dan sertifikasi.
Selain dari pada itu, sejarah perkembangan bimbingan dan konseling diindonesia dapat dilihat sebagai berikut:
-          Periode prawacana dan pengenalan (1960-1970 – an)
Yang mana periode ini dengan dibukanya jurusan Bimbingan dan Penyuluhan pada tahun 1975 di IKIP Bandung, dengan pembukaan secara tidak langsung bahwa BK itu sudah dikenalkan kemasyarakat.
-          Pemasyarakatan (1970-1990-an)
Pada masa ini diberlakukannya kurikulum untuk SD sampai SMA, kurikulum ini secara resmi mengintegrasikan kedalam layanan BP untuk siswa. Pada tahun ini juga dibentuk pula organisasi profesi BP dengan nama IPBI (ikatan Petugas Bimbingan Nasional), namun seiring dengan perjalan waktu maka muncullah permasalahan yang mana pemahaman BP ini diidentikkan dengan BK (Bimbingan Karir)
-          Konsolidasi (1990-200-an)
Periode ini ditandai dengan adanya yaitu:
Ø  Perubahan istilah BP menjadi Bimbingan Konseling (BK)
Ø  Pelayanan BK disekolah hanya dilaksanakan oleh guru pembimbing.
Ø  Diadakan penataran untuk para guru pembimbing
Ø  Formasi untuk pengangkaatan menjadi guru pembimbing
Ø  Pola pelayanan BK disekolah dikenal dengan istilah BK pola 17
Ø  Dibentuk kepengawasan bidang BK disekolah
Ø  Dikembangkan sejumlah panduan pelayanan BK disekolah oleh IPBI
-          Lepas landas
Sebelum periode ini muncul terdapat kendala yakni berkenaan dengan SDM yang kurang berkualitas sehingga berdampak buruk terhadap pelaksanaan layanan BK
Walaupun demikian juga mempunyai beberapa kemajuan yaitu:
Ø  Perubahan nama organisasi dari IPBI menjadi ABKIN (asosiasi bimbingan Konseling Indonesia)
Ø  Dikeluarkan UU No. 20 Thn. 2003 tentsng sistem pendidikan nasional yang memuat bahwa konselor termasuk kedalam tenaga pendidik
Ø  Kerja sama ABKIN dengan DEPDIKNAS tentang standaritas profesi pendidik
Ø  Kerjasama ABKIN dengan  direktorat PLP untuk merumuskan kompetensi guru konselor SMP sekaligus memberikan pelatihan kepada mereka.
















BAB III
PENUTUP
a)    Simpulan
1.    Bimbingan dari kata guidance yang berarti mengarahkan, memandu, mengelola dan menyetir. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perlunya bimbingan dan konseling, yaitu:
a.    Fakto historis
b.    Faktor filosofis
c.    Faktor  sosial budaya
d.    Faktor  religius / agama
e.    Faktor pendidikan
f.    Faktor  psikologis
g.    Faktor IPTEK
b)    Saran
          Dengan adanya makalah ini, diharapkan kita semua dapat memahami lebih mendalam tentang peran seorang konselor serta hal- hal yang terkait dengan bimbingan dan konseling.Agar kita semua dapat menelaah setiap hal yang menyangkut tentang bimbingan dan konseling.







DAFTAR PUSTAKA

Ketut Sukardi, Dewa, dan Desak P.E. Nila Kusumawati. Proses Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2008.

Prayitno dan Erman Amti. Dasar–Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.1999.

Tohirin. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2008.

Yusuf, Syamsu, dan A. Juntika Nurihsan. Landasan Bimbingan Dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2009.




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR  BELAKANG
Faham Ahlussunah wal jama’ah saat ini terasa penting untuk diketahui dan dipedomani oleh     generasi muda, terutama oleh generasi muda Nahdlatul ulama’. Karena saat ini banyak kelompok- kelompok yang menyatakan diri sebagai kelompok ahlussunah wal jama’ah namun hanya sekedar symbol dalam organisasinya saja, Sedangkan gerakan- gerakan yang dilakukan sudah tidak sesuai dengan aqidah, syari’ah dan mu’amalah yang digariskan oleh faham ahli sunnah wal jama’ah itu sendiri. Mereka lebih cenderung mengikuti gerakan faham keagamaan yang liberal dan ekstrim.
Nahdlatul Ulama’ sebagai organisasi sosial keagamaan yang terang- terangan menganut dan membela Islam faham ahlussunnah wal jama’ah sekarang terasa asing bagi generasi mudanya. Oleh karena itu,  jika tidak ada upaya sosialisasi yang serius tentang aswaja dan ke- NU an kepada generasi muda dan tokoh masyarakat, maka bukan mustahil jika pada suatu saat NU akan ditinggalkan oleh generasi muda dan tokoh masyarakat. Term Ahlussunnah banyak di pakai setalah munculnya aliran Asy’ari dan Maturidiyah, aliran-aliran yang menentang ajaran-ajaran Mu’tazilah. Dalam pemikiran Islam, baik dibidang filasafat,dan ilmu kalam, apa lagi di bidang ilmu fiqih,akal tidak pernah membatalkan wahyu. Akal tetap tunduk kepada wahyu. teks wahyu tetap di anggap benar,akal untuk  memahami teks wahyu dan tidak untuk menentang wahyu.



B.    RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari latar belakang permasalahan diatas adalah:
1.      Bagaimana pengertian ahlussunnah wal jamaah?
2.      Bagaiman sejarah ahlussunnah wal jama’ah?
3.   Bagaimana pendapat/ doktrin tentang  ahlussunnah wal jama’ah?
4.      Siapa tokoh- tokoh dari ahlussunnah wa ljama’ah?

C.  TUJUAN MASALAH
1.    Mengetahui pengertian ahlussunnah wal jamaah.
2.    Mengetahui sejarah ahlussunnah wal jama’ah.
3.  Mengetahui pendapat/ doktrin ahlussunnah wal jama’ah.
4   Mengetahui tokoh-tokoh ahlussunnah wal jama’ah.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ahlussunnah wal jama’ah
Ahlussunah wal jamaah terdiri dari tiga kata, yaitu “ahlun” berarti keluarga atau golongan. .
As-Sunnah  secara bahasa berasal dari kata: "sanna yasinnu yaitu yang disunnahkan.
Menurut istilah As-sunnah yaitu petunjuk yang telah ditempuh oleh rasulullah SAW dan para Sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, ‘aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan.
Sedangkan pengertian Jama’ah secara bahasa yaitu diambil dari kata "jama'a" artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian dengan sebagian lain.
Pengertian Jama'ah Secara Istilah (Terminologi): Yaitu kelompok kaum muslimin ini, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat, dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW baik secara lahir maupun bathin.
Jadi Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah golongan umat Islam yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal ‘aqidah, perkataan maupun perbuatan, juga mereka yang istiqamah (konsisten) dalam ber-ittiba' (mengikuti Sunnah Nabi SAW) dan menjauhi perbuatan bid'ah. Mereka itulah golongan yang tetap menang dan senantiasa ditolong oleh Allah sampai hari Kiamat. [1]
Pengertian Ahlussunah Wal Jamaah sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. yaitu sesuai dengan maksud Hadits Nabi yang diriwayatkan olh Imam Thabrani, yaitu:
افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ
“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”.
B.    Sejarah Lahirnya Ahlussunnah wal jama’ah
     Ahlussunnah wal jama’ah muncul pada abad ke tiga Hijriah. Yang di anggap berjasa mempopulerkan kembali adalah Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansyur Al-Maturidi, Imam  Hasan lahir di Basrah (Iraq) pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324/935 M.[2]
Sedangkan Imam Maturidi lahir di desa Maturid Samarqan dan wafat pada tahun 333 H, seperti Imam Al-Asy’ari. Maturidi juga mempunyai kajian tentang I’tiqad Ahlussunnah wal jama’ah sebagai mana yang di ajarkan oleh Nabi SAW dan para sahabatnya.
     Dahulu di zaman Rasulullaah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu, tidak ada golongan ini dan tidak ada golongan itu, tidak ada syiah ini dan tidak ada syiah itu, semua dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW.
Kemudian setelah  Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat  Ali ra. menjadi khalifah. Namun perpecahan tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh Ibin Saba’, seorang yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syiah (Rawafid).
Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah tersebut mulai membesar, sehingga timbullah faham-faham yang bermacam-macam yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.
Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian, satu bagian dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid’ah, atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam, seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang bagian yang satu lagi adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-apa yang dikerjakan dan diyakini oleh Rasulullah SAW. bersama sahabat-sahabatnya.
Golongan yang terakhir inilah yang kemudian menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus Sunnah Waljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang mengikuti sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.
Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW : bahwa golongan yang selamat dan akan masuk surga (al-Firqah an Najiyah) adalah golongan yang mengikuti apa-apa yang aku (Rasulullah SAW) kerjakan bersama sahabat-sahabatku.
Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah itu sudah ada sebelum Allah menciptakan Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali. Begitu pula sebelum timbulnya ahli bid’ah atau sebelum timbulnya kelompok-kelompok sempalan.

C.   Pendapat/ doktrin Ahlussunnah wal Jama’ah
Ada beberapa pendapat ahlus sunnah wal jama’ah yaitu tentang:
1.    At-Tauhid
     Mereka meyakini bahwa at-Tauhid adalah “Tunduk, taat, dan beribadah semata-mata kepada Allah” dan memiliki dua pilar berikut:
a.       Kufur bith Thaghut, mengingkari atau tidak beriman kepada semua Tuhan yang salah (Thaghut).
b.      Iman Billah, menyatakan iman hanya kepada Allah swt.
Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman semata-mata kepada Allah swt. Dalam seluruh nama dan sifat-Nya tanpa mengalihkan sifat-sifat Allah swt. Kepada yang lain
2.    At-Takfir
     Mereka meyakini bahwa takfir adalah kebenaran dari Allah dan menciptakan penyucian dan perlindungan tauhid seseorang. Takfir akan menjamin hukum-hukum Allah terjaga dan terjamin serta batas-batas islam tidak dilanggar. Mereka membuat takfir bagi siapa saja yang menyatakan kekufuran secara terang-terangan dan tidak memiliki pencegahan terhadap takfir atas mereka.
3.    Al-Qadar
        Mereka meyakini bahwa perbuatan atau kita adalah ciptaan Allah swt. Kita percaya bahwa manusia memiliki kehendak dan harapan untuk melakukan sesuatu atau tidak. Allah memiliki kehendak dan tidak berharap apa-apa dari perbuatan manusia yang dilakukan tanpa kehendak dan harapan Allah. Karena Allah telah berfirman “Aku mencitakanmu dan perbuatanmu”
4.    Al-Masaadarud Din (Dasar Agama)
        Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan bahwa sumber hukum dari Agama Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman sahabat. Mereka juga menyertakan ijma’ sahabat sebagai bukti.



5.    Al-Qur’an
        Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah yang hakiki dalam kenyataan serta dapat didengar dan dibaca. Al-Qur’an adalah kakta-kata dengan makna dan merupakan perkataan Allah.
6.    Hadits
       Mereka meyakini bahwa hadits shahih adalah hujjah (dalil) untuk seluruh persoalan agama. Mereka tidak membedakan antara akidah dan syari’at, dan mengatakan bahwa seluruh persoalan agama dapat diambil dari hadits ahad maupun mutawatir.
7.    Sahabat
       Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa seluruh sahabat adalah orang yang dapat dipercaya. Pendapat-pendapat mereka adalah hujjah yang menjadi panduan bagi kita, mengikat kita dan kita tidak akan menyangkal baik itu perbedaan pendapat di antara mereka karena semua dalam persoalan yang haq mmaupun  ijtihad diantara mereka. Ada banyak bukti baik itu di dalam Al-Qur’an maupun hadits (banyak hadits) yang bersaksi atas sahabat, kekuatan iman mereka, serta kecintaan Allah swt pada mereka.
8.    Tanda-tanda kerasulan
       Ahlus Sunnah wal Jam’ah meyakini bahwa ada banyak kemukjizatan dan tanda-tanda kerasulan selain Al-Qr’an.
9.    Asy-Syahadah
       Mereka tidak bersaksi bahwa seseorang masuk surga kecuali bagi mereka yang Allah telah nyatakan bagi kita. Bagi mereka yang masih hidup, kita tidak bersaksi apakah mereka masuk neraka atau surga. ketika mereka meninggal kita juga tidak bersaksi bahwa mereka dijamin surga. Mereka tidak mengatakan “Ini atau itu syahid”. Akan tetapi, kita mengatakan, InsyaAllah dia syahid.
10.     Al-Istinaa’ (Gelar)
       Mereka mengatakan Insya Allah, sebagai contoh, “Dia syahid, Insya Allah” atau “Saya seorang mukmin, insya Allah.” Mereka tidak memuji diri sendiri atau orang lain kecuali mereka yang dipuji oleh Allah.[9]


D.  Tokoh- tokoh Ahlussunnah wal Jama’ah
1.    AL-ASY’ARI
a.    Riwayat Singkat Al-Asy’ari
Nama lengkap Al-Asy’ari adalah Abu Al-Hasan Ali Bin Isma’il bin Ishaq bin Salim bin Isma’il bin Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari.[2]Menurut beberapa riwayat , Al-asy’ari lahir di Bashrah pada tahun 260 H/875 M. Ketika berusia lebih dari 40 tahun, ia hijrah ke kota Bagdad dan wafat di sana pada ahun 324H/935M.
      Menurut Ibn Asakir, ayah Al-Asy’ari adalah seorang yang berpaham Ahlussnnah dan ahli Hadis. Ia wafat ketika Al-asy’ari masih kecil. Sebelum wafat, ia berwasiat kepada sahabatnya yang bernama Zakaria bin Yahya As-Saji agar mendidik Al-asy’ari. Ibu Al-Asy’ari sepeninggal ayahnya menikah lagi dengan tokoh Mu’tazilah yang bernama Abu Ali Al-Jubba’I (w.303 H/915 M), ayah kandung Abu Hasyim Al-Jubba’I (w. 321 H/932 M), Berkat didikan ayah tirinya Al-Asy’ari kemudian menjadi tokoh Mu’tazilah. Ia sering menggantikan Al-Jubba’I dalam perdebatan menentang lawan-lawan Mu’tazilah selain itu, banyak menuls buku yang membela alirannya.[3] Al-Asy’ari menganut faham Mu’tazilahhanya sampai ia berusia 40 tahun. Setelah itu secara tiba-tiba ia mengumumkan di hadapan jama’ah masjid Basrah bahwa dirinya telah meninggalkan faham Mu’tazilah.
b.    Pemikiran-pemikiran Al-Asy'ari antara lain:
1)   Tuhan-tuhan dan sifat-sifatnya
2)   Kebebasan dalam berkehendak
3)   Akal dan wahyu dan kreteria baik dan buruk
4)   Qadimnya Al-qur’an
5)   Melihat allah
6)   Keadilan
7)   Kedudukan orang berdosa

2.    AL-MATURIDI
a.       Riwayat Singkat Al-Muturidi
Abu Manshur Al-Maturidi dilahirkan di Maturid, sebuah kota kecil di Semarkand, wilayah Trmsoxiana di Asia Tenggara, daerah tersebut sekarang di sebut Uzbekistan. Tahun kelahiranya tidak di ketahui pasti, hanya perkiraan sekitar pertengahan abad ke 3H. Beliau wafat pada tahun 333H/944M.
Karir pndidikan Al-Maturidi lebih cenderung untuk menekuni bidang teologi daripada fiqih. Ini di lakukan untuk memperkuat pengetahuan dalm menghadapi faham-faham teologi yang banyak berkembang pada masyarakat islam, yang dipandangnya tidak sesuai dengan pemikiran atau kaidah yang benar menurut akal dan syara.





















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengertian Jama'ah Secara Istilah (Terminologi): Yaitu kelompok kaum muslimin ini, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi'in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat, dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW baik secara lahir maupun bathin. Adapun aliran Ahlussunnah wal jama’ah adalah Al-Asy’ari dan Al- Maturidi. Dari segi etosnya, pergerakan tersebut memiliki semangat ortodoks. Aktualitas formulasinya jelas menampakan sifat yang reaksionis terhadap Mu’tazilah , sebuah reaksi yang kullabiah.
B.  Saran
Dengan tersusunnya makalah ini, kami mengharap semoga bermanfaat  bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi pembaca.Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini, untuk itu kritik dan saran demi perbaikan dan pengembangan makalah ini sangat kami harapkan. Tak terlepas kurangan-kekurangan makalah ini,kami berharab teman-teman mengkritisi kekurangan kami, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadikan amal saleh bagi kami,ami,yaa Rabbal ‘Alamin











DAFTAR RUJUKAN
Nawawi, ilmu kalam (malang, genius media, 2014)
- Omar Bakri Muhammad Syekh, Ahlus-Sunnah Wal Jama’ah, Jakarta, gema insane, 2005
Qasim mahmud, fi Ilm AL kalam , maktabah AL-anglo AL-misiriah,kairo,1969
Thoha Ashad, Pendidikan Aswaja dan KE-NU-AN, Surabaya. MYSKAT PW LP Maarif NU Jatim,2006

















MAKALAH
ILMU KALAM
“ALIRAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH”

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu kalam yang dibimbing oleh bapak. A. Khairuddin, M.Pd.I
      
Disusun oleh:   Aisyatin Kamila
        Alfi Masita
        Alif Kamala
        Anita Safitri
        Antika

FAKULTAS DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM IBRAHIMY SUKOREJO
2015








                                                                                       

Selasa, 20 Oktober 2015



Rasa terbaik
Situbondo, 22 Agustus 2014
Aku tersenyum penuh haru, mereka semua berkumpul dengan wajah penuh haru, bahagia, dan bangga. Ya, ini semua adalah balasan yang selama ini penuh dengan detak jantung yang siap memompa adrenalin, mengeringkan air mata yang tak pernah berhenti. Aku menghampiri mereka dan memeluk mereka dengan erat. Aku bahagi sekali, kulihat mereka menitikkan air mata, aku semakin tak bisa menghentikan air mata yang semakin keluar tak tertahan ini. Mereka, adalah keluargaku, ayah, ibu, nenek, dan semua keluarga besarku.
            Hari ini aku akan berangkat ke Malaysia, melanjutkan study yang begitu aku impikan. Penuh pengorbanan, penuh lika liku, penuh sesak, penuh air mata, dan egoisme yang menekan amarah dan luapan emosi keluarga.  Aku melihat ke pintu, disana ada seorang yang selama ini menitipkan rindu di hariku, seorang yang ku rindu. Aku mengingat kembali memoar yang menghantam dadaku dan  merajutkan asa yang sempat terbuang.
                                                ###################
19 Juni 2013
“ Mau kuliah dimana?” Tanya Caka via telepon.  Aku menegang. Jawaban dariku pasti dia tunggu. Tapi aku tak tahu harus menjawab apa. Karena masih ada rasa gamang. Tapi aku harus menjawabnya.”  Enggak tahu, pengennya di semarang. Ngambil ahli gizi” kataku . “ kenapa enggak kuliah bareng kaka, disini. Kan biar kaka bisa menjaga kamu.” Katanya mantap. Aku tersenyum mendengar celotehnya.” Mulai deh…kaka emang sering ngegombal ya kesemua gadis?” Tanyaku. “enggak, Cuma sama kamu doang…” jawabnya. Aku tertawa, diapun juga tertawa. “udah  ah….entar timbul syahwat karena keasyikan ngobrol kayak gini, syaila mau tidur dulu, Assalamualaikum kaka” kataku hendak menutup telepon. “ iya kaka tahu,  waalaikum salam siste” jawabnya lembut.
            Aku dan caka bertemu dipameran lukisan dikota semarang. Saat itu aku sedang liburan bersama keluargaku dirumah nenek. Dua tahun yang lalu,tepat ketika liburan pesantren. Tak sengaja aku menumpahkan minuman kebajunya yang secara reflek membuat dia kaget. Tapi untungnya dia tidak marah. Aku meminta maaf padanya. Hingga akhirnya kami mengobrol dan jadi akrab. Keakraban kami bermula disitu sampai sekarang, hingga aku memanggilnya kaka, singkatan dari kak caka. Karena dia sangat mengerti, tentang perasaanku, dia selalu mengalah ketika kami bertengkar, seperti layaknya kakak dan adik.  Dia tahu semua tentang keluargaku, begituptun aku yang juga tahu tentang keluarganya meski hanya sebatas tahu suaranya, karena aku sempat mengobrol dengan kakak perempuannya via telepon. Sekarang Caka kuliah di Bogor jurusan kedokteran.memang ia asli orang sana.
22 Juni 2013
            “ Gimana keputusan akhirnya?”  caka mulai bertanya lagi( via telepon). Aku mendesah, selalu saja, setiap nelvon pasti bertanya hal yang sama. “kuliah”.  “ udahlah kak, berhenti bertanya tentang itu, aku bosan, aku pasti kuliah , asal jangan sama kakak aja nanti menimbulkan mafsadat” kataku. Caka tertawa, tawa yang sangat kurindu. “ oke, kaka akan berhenti bertanya, asal kamu jelas mau kuliah dimana, kaka tahu, orang tuamu pasti enggak setuju kamu ngambil kuliah jurusan kesehatan, apa kamu tetap mau maksa sya? Lebih baik kamu pikirkan mereka juga, karena mereka sudah pasti memikirkan tentang kelanjutan kuliahmu nanti. Kaka tahu, itu adalah cita- citamu sejak ingusan, tapi kamu juga harus mikirin perasaan mereka sya”. Aku hanya mendesah pelan, memang benar, apa yang dibilang caka, bahwa aku juga harus memikirkan perasaan mereka. “sya, life is choose. Ingat itu. Kamu harus memilih diantara banyak pilihan nanti, oke siste. Masih ingat dengan kata- kata ini, Berhenti bertahan atas sesuatu yang tak mungkin kamu pertahankan, kamu mungkin terluka melepasnya, tapi percayalah, bahwa aka nada penyembuh yang akan datang” Aku menahan napas.
 ,oh iya, sebenarnya status kita apa sekarang? Pacaran? Hubungan saudara? Atau apa ya?kamu anggap kaka apa sya?”  Deg…… akhirnya pertanyaan ini keluar juga. Apa yang harus ku jawab?
            “ aku,,,,,kaka kan tahu sendiri gimana prinsipku, jadi kumohon,,, apa kaka tidak mengerti?”
            Sory sya, bukan itu maksud kaka, kaka salah, kakak minta maaf. Sekarang kamu fokuskan sama kuliah saja. Ya sudah, kaka tutup teleponnya. Bye…”
            Sejak saat itu aku sudah tidak mendengar lagi kabar tentangnya. Dia tidak pernah menghubungiku lagi. Dan dia juga tak pernah tahu, tentang rasaku, rasa yang selama ini aku pendam dalam-dalam, tentang rasa terbaik yang pernah aku miliki, padanya. Hingga saat orangtuaku memutuskan secara sepihak tentang masa depanku, tentang asaku yang semasa ingusan sudah ku perjuangkan. Aku harus melepas citaku didunia kesehatan. Disaat terpuruk seperti ini, aku butuh caka, aku ingin curhat, aku ingin mendengar suaranya, aku ingin mendapat solusi darinya. Caka, kamu diman?
            Apa aku harus memilih jurusan orangtuaku untuk masuk kuliah pendidikan saja? Aku  terkapar, aku terjatuh dalam ketidak berdayaan. Semua menjadi kelabu dan gelap.
            22 Agustus 2014
“Udah siap?” Tanya caka yang muncul secara tiba- tiba dari belakang. Aku tersenyum, menatapnnya dalam. Dia tersenyum menatapku, semua sudah jelas. Semua berakhir dengan bahagia, caka member harapan baru dalam hidupku, meski sempat menghilang, ia hadir saat aku memang butuh dia. Orang tuaku akhirnya setuju dengan pilihanku, eh tepatnya pilihan caka yang sesuai dengan pilihanku. Caka mendaftarkan ku di universitas Malaysia lewat jalur basiswa. Akhirnya, aku diterima di universitas Malaysia dengan beasiswa yang aku sendiri tidak mendaftarkannya. Caka terima kasih.ras ini memang rasa terbaik yang pernah ada, yang pernah kurasakan pertama kali dalam hidupku, kamu yang memberikan pengetahuan baru padaku tentang segalanya, kamu yang mengajarkan arti tak pernah berhenti berharap, dan ras yang kumiliki apada asaku yang tak pernah padam juga padamu, rasa terbaik. kamu yang mencintaiku, kamu, dan kamu.  Orang tuaku merestui hungan kami yang tak jelas awalnya menjadi jelas yakni ikatan pertunangan. Kami tersenyum bahagia, rasa cita yang kumiliki, adalah rasa terbaik yang takkan pernah kulupakan, dan cintanya adalah cinta terbaik untukku.


                                                                                    Oleh: A. kamila
                                                                        @ Dapur redaksi Fakultas dakwah , santri sukorejo